Amokuni, Konawe Selatan – Kegiatan monitoring program ketahanan pangan tahun 2025 dilaksanakan di Desa Amokuni, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, oleh La Udi Ari, SP, TAPM Kabupaten Konawe Selatan, bersama Ade Riyanto, S.Pd, Pendamping Desa Kecamatan Ranomeeto Barat
Monitoring dilakukan pada unit usaha pengembangan ayam petelur yang dikelola oleh BumDes Mepokoaso sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Pada tahap awal, usaha ini mengembangkan sebanyak 500 ekor ayam petelur. Namun berdasarkan hasil monitoring, jumlah ternak yang masih tersisa saat ini sebanyak 413 ekor.
Berkurangnya populasi ayam disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adanya ayam yang mati karena sakit serta sebagian ayam yang dijual karena dinilai sudah tidak produktif lagi. Meski demikian, usaha peternakan ini masih mampu menghasilkan produksi telur yang cukup baik antara 315 sampai dengan 332 butir telur per hari.
Dalam kunjungan tersebut, tim monitoring juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang masih dihadapi pengelola usaha. Salah satu tantangan utama adalah tingginya harga pakan ternak yang berdampak langsung terhadap biaya operasional usaha. Di sisi lain, harga jual telur di pasaran mengalami penurunan, sehingga margin keuntungan yang diperoleh menjadi semakin terbatas.
Selain faktor ekonomi, kondisi sarana kandang juga menjadi perhatian. Tim menemukan bahwa bagian kolong kandang masih dalam kondisi lembab akibat tampias air hujan. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi kesehatan ternak apabila tidak segera ditangani melalui perbaikan sistem drainase maupun penambahan pelindung kandang.
La Udi Ari, SP selaku TAPM Kabupaten menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini penting untuk memastikan program ketahanan pangan desa berjalan sesuai harapan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang membutuhkan solusi bersama. Menurutnya, usaha ayam petelur yang dikelola oleh BumDes memiliki potensi besar dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sutarman selaku pengurus BUMDes Mepokoaso desa Amokuni berharap adanya dukungan berbagai pihak, terutama dalam upaya menekan biaya pakan dan meningkatkan nilai jual hasil produksi telur. Dengan perbaikan manajemen pemeliharaan, peningkatan kualitas kandang, serta strategi pemasaran yang lebih baik, usaha ayam petelur ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilar ketahanan pangan Desa Amokuni.
Program ketahanan pangan melalui pengembangan ayam petelur ini menjadi bukti komitmen pemerintah desa dan BUMDes dalam membangun kemandirian pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi produktif bagi masyarakat desa.
Penulis: La Udi Ari, SP (TAPM Kabupaten Konawe Selatan), Ade Riyanto, S.Pd (Pendamping Desa Kecamatan Ranomeeto Barat)







0 comments:
Post a Comment